Aku masih menanti. Entah apa yang aku nanti, sukar untuk aku jelaskan pada satunya. Perjalananku masih di landasan destinasinya. Menanti waktu sesuai untuk tiba di gerbang dan membuka kuncinya.
ku coretkan sekadar pembuka. Moga lebih mudah untuk aku meniti pangkal hatinya.
Kadang kala aku lihat ia jelas, tetapi di batasan hatiku ia masih kabur. Bukan aku kata aku tidak berani atau apakah ia mungkin satu perjalanan yang lebih selamat. Biarkan lah, yang penting aku masih jua menanti.
Ia jua sudah mula bermain di kotak akalku. Sedikitnya ia menggugat keyakinan ku meniti kehidupan. Aku tersenyum dengan misteri kehidupan. Mencabar, tercabar, ia lalu di landasan jalanku. Ia tidak mungkin keluar. Itulah ketetapan. Setiap mula ada kesudahannya.
Ia suka, maka aku gembira. Aku coretkan sekadar pembuka. Moga lebih mudah untuk aku meniti pangkal hatinya. Aku fikir, ia memikir, kenalku jua tidak ku duga. Ia hadir tanpa suara, muncul di hadapan ku hingga tertutup lafazku.
Apakah aku tahu? Usah tanyakan padaku. Aku masih lagi menanti. Kunci itu tidak pasti tetapi bukanlah itu yang aku cari. Maka biarlah ia sendiri yang membuka pintunya. Pasti senyumannya kutatap di jaga dan tidurku.




