Dia kecil

Dia kecil, dia juga hormat. Maka aku turut sama menunduk. Apa jua katanya menjadi arahan untuk ku. Di kala aku sudah lupa, maka tiba ia hadir mengisi ruang.

sabarlah, kita masih jua punya waktu. Nikmati kehidupanmu. Jika aku milikmu, bukankah ia pasti aku bersama mu.


Meskipun aku pasti aku bermain api. Tetapi apakah kini aku sudah kenal erti takut di dalam diri?

Bukankah sering kali naluri ku laungkan dia untukku? Maka walau jauh mana ia pergi pasti ia kembali menemui ku.

Ia baru jua menjadi kepingan kecil, maka aku cuba memujuk. Sepurnama aku habiskan tata bicara, masih jua aku perlukan waktu kerna ia masih jua terkunci katanya.

Aku ingin tahu, aku ingin tahu. Maka ia bisikkan padaku, "sabarlah, kita masih jua punya waktu. Nikmati kehidupanmu. Jika aku milikmu, bukankah ia pasti aku bersama mu."

Maka tulislah sesuatu buatku, moga kehidupan ku disinari senyumanmu.

Subscribe in a reader

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in NewsGator Online Subscribe in Bloglines

8 komen:

Tanpa Nama berkata...

im alwayz wanna be a gud person
at some point i feel i deserved it
but somebody keep stay away frm me...

when talk bout me and u, u're rite, we lack in our rela.....
we have everything do ya? but always. one thing. one thing.

at a time i feel like calling everybody...im looking for space.

Dik Mal berkata...

Meskipun aku pasti aku bermain api. Tetapi apakah kini aku sudah kenal erti takut di dalam diri?

-macam cili.pedas tapi sedap-

"sabarlah, kita masih jua punya waktu. Nikmati kehidupanmu. Jika aku milikmu, bukankah ia pasti aku bersama mu."

Afiq, ini tak misteri.keh keh.. :D

Maka tulislah sesuatu buatku, moga kehidupan ku disinari senyumanmu.

-let see if someone going to write something soon-

Haha..wish i hv someone write up sweet things such this for me!

Afiqme berkata...

everyone can write for u mal... huhu ;)

Tanpa Nama berkata...

Benar sepurnama bicaramu itu masih membutuhkan waktu yang panjang ku kira. Akan tetapi, sekilas aku melafaz kata-katamu di ruang ini jelas engkau mulai takut dengan bayangan hitam mendua kau. Apakah kerana sepi bicaraku menyesakkan nafas jiwamu? Atau mungkin sahaja kosong beradamu meletakkan kau seperti itu?

Tanpa Nama berkata...

Dan sekira bicaraku mungkin mengganggu, maaf jua pinta dari ku :)

cyda berkata...

mal,meh i tulis untuk u mal....then u lak tulis utk i ;)tp kene blaja dpd afiqme dulu la ;) kan afiq kan kan?

'N' berkata...

im agree with tanpa nama.
just let it 'free'

an-nidxam berkata...

kategori aku dan dia
sepertinya cinta itu terlalu indah
terlalu banyak untuk dituliskan

:)