Di hadirnya aku merintih. Pintu gerbang nan indah kelihatan sepi. Aku menyapu rambutku sambil menghela nafasku. Aku tunduk ke bawah tanpa berlalu pergi.
Buat dia, apakah masih punya ruang buat ku tanpa kau persoal cacat rupa, bahasa dan lagakku?
Di benakku hadir beraneka pertanyaan, ia berbicara apa? siapa? mengapa? Maka aku hentikan itu semua kerna hikmah itu pasti jua satu kurnia. Lalu aku meniti titian hidupku tanpa banyak bicara. Aku hanya berlalu. Itu lebih mudah buatku.
Di anganku ada dia, apakah mimpi hanya semata mimpi? Di dua tiga mimpi ku jua satu alamat. Apabila aku yang dua menepuk di belakang ku, kadangkala aku pinggirkan ia. Aku dan dua ku berbicara dengan naluri. Benarnya jua tidak pasti, yang kutahu ia jua suatu kurnia ilham Pencipta.
Bila mana ilham itu hadir dan berkata, "maka kau hadirkan lah hati mu buat dia", aku tersenyum membuka langkahku meskipun aku tersangat ingin bertanya, "apakah cacatku menjadi perkiraannya". Tanpa kutanya ia jawab kembali, "kau pasti dapat jawapannya, bukankah acap kali ku katakan ia suatu landasan usaha. Maka kau lupakan cacatmu buat nya dan kau berkerja lah kerna dia jua pasti tagihkan nikmat di dunia".
Aku terkedu, menanti pengakhiran persoalan ku tetapi ku tahu semuanya jua terserah padaku. Buat dia, apakah masih punya ruang buat ku tanpa kau persoal cacat rupa, bahasa dan lagakku? Aku hanya mampu membawa kasihku dan sedikit kurnia buatmu. Maka di landasan usaha ku pastikan segalanya yang terbaik buatmu.




16 komen:
Kata seorang Cik Mia,
kamu perlu pandu aku yg lagi satu..jangan biar dia yang memandu..khuatir langgar tiang :D
pasti kuberi nya makan setiap hari.. ia pasti jua selalu tersenyum memandangku.. ;)
Gratis,
kelak kalau terlupa beri makan..maka lambat laun mati aku itu.. :) bila ia mati, maka kau hidup dengan tanpa batasan rasa lagi...jadi, berinya makan setiap hari..tidak kurangi, tidak lebihi..sekadar ia perlu :)
Bicara kalian membuatkan aku yang pada mulanya ingin bermadah terhenti seketika. Kalian bermadah bertentangan hala mungkin? :p
apakah senyuman ku mampu memuaskan pintanya cik mia?
Nah..sekarang seperti berada dalam nada yang sama pula kalian. Bicara aku terhenti lagi...haha
cyda yang lantang pasti tidak kenal erti henti...
wah...i yg ckp nk komen u pedas...u sembur i dulu ye en.afiq... ;)
senyuman hanya ukiran.
senyuman kadangkala tidak menzahirkan batasan rasa bagi penonton pentasan
lantas, pada bicara seorang Cik Mia,
ia perlu lebih dari senyuman. tiada kata selain persefahaman
ia bertulangkan waktu dan persahabatan
lantas...butirkan pasiran waktu, dan langsungkan dengan keutuhan persahabatan
ia perlu lebih dari senyuman, apakah mungkin sy juga perlu mendalami ilmu 'icon YM' cik mia?? kah kah kah
hunusan kata2 mu tetap aku nanti cyda.. huhu ;)
icon YM? lol :p tak masuk sketsa :p
Kau dan dua kau. Beriringan menemani lewat hari-hari dia. Pada zahirnya jelas riak mahumu. Akan tetapi terkadang kala duamu mematangkan agar tidak mudah hanyut dengan adanya. Kerana dia penuh helah dan curiga. Pasti ada menyusul tanya.
Dia dan dua dia. Masih juga seperti kau dan mereka yang lain. Cuma tidak menzahirkan segalanya. Mungkin ada seribu kisah di dalamnya. Lantas dua dia sentiasa juga menjaga batasnya. Agar tidak membuat onar. Agar tidak tersalah bicara. Dan agar kau belajar memahaminya.
Kau dan dua kau. Dia dan dua dia. Pastikah di landasan yang sama di pengakhirannya? Ataukah sekadar kebetulan dalam menujunya? Moga ada petunjukNya.
afiq...aku tidak pasti hunusan bagaimana kau nantikan?..akan kucuba berkata agar kau berpuas hati dan tidak sinis sendiri...tidak sekarang,mungkin esok masih ada ;)
ya.. moga ada petunjukNya.. ;)
akan ku nanti cyda.. ;)
Catat Ulasan