Kata pendahulu itu bapa. Ia berjalan di depan, maka diikuti oleh anak sulungnya 'tema'. Tema ini menjadi teladan kepada adiknya 'peribadi'.
Kata pendahulu juga luahan, ia berkata, "Hari ini aku sangat gembira!". Tema terdengar seraya berkata dan menokok tambah lagi cerita kegembiraan. Peribadi mengikut teladan abangnya, maka ia berterusan menjadi gembira. Setiap orang yang ditemuinya ia sampaikan berita dan perilaku yang gembira.
Kata pendahulu juga pernah sakit satu ketika, ia menyerang dan menikam-nikam hati sedang hati itu tidak lupa memanjatkan doa. Hati juga punya saudara kiri. Matanya sering membengkak kerana ia terikut-ikutkan nafsu. Tetapi ia tidak pernah pula lupa saudaranya kanan meskipun ketika ia nikmat ia tempis kata-kata saudaranya.
Kata pendahulu berkata lagi, "Dan hari ini aku belajar...". Maka tema pun ikut dan peribadi menjadikan tema sebagai teladan. Mereka terus belajar dan terus mengenal.
Kata pendahulu tidak gemar digelar luahan, maka ia tanam luahan tujuh belas kaki dalamnya selama tujuh hari.
Kata kunci ku pada hari ini: Katakan lah kebaikan dan simpan lah kata keburukan.
Subscribe in a reader

Kata pendahulu
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)





2 komen:
alamak! i selalu kata keburukan.mcm mana erk?
lidah senjata paling tajam..lebih tajam dari pedang yg baru diasah.. btul kata fiq..samaada kata pembuka atau pemisah..kedua2nya perlu..utk kita lebih terbuka dan tenang dlm menempuh hayat yg ada ni..,)
dua2= 9+
Catat Ulasan